Ini tulisan mungkin dianggap sepele, atau apalah itu. Curhatan yg membosankan, namun di sinilah saya mencurahkan segala isi hati mengenai keterlibatan saya di dalam organisasi. Yaa, organisasi manapun yg saya ikuti. Jujur, saya ini adalah individu yang apatis akan organisasi maupun hal hal yang menyangkut politik, walaupun saya belajar di fakultas politik. Tapi, pendalaman ilmu saya mengenai perfilman, yg lantas membuat saya sedikit apatis.

Ketidak pedulian saya berubah menjadi 180 derajat, ketika awalnya saya hanya mencoba-coba mendaftar sebagai tim media di badan eksekutif mahasiswa di fakultas saya. Ketika wawancara, saya memberikan pandangan yg asal, menurut saya saja, saya ceplas ceplos menjawab semua pertanyaan. Namun yang saya terkejut, para senior menjawab, dan berkata bahwa saya orang nya jujur, apa ada nya, dan berfikir ke masa depan namun mampu melihat realitas yang ada, tidak hanya berangan angan. Saya pun terkejut, karena menurut saya, saya menjawab seperti layaknya anak-anak yang tidak mengetahui apa-apa. Di situlah saya mengemban amanah, saya diberikan tugas menjadi bendahara di salah satu kegiatan, setelah melewati ujian pertama, ternyata saya malah dijadikan bendahara umum, karena kevakuman bendahara. Mereka berkata bahwa penyusunan keungan saya sangat rapid an detail, tanpa kurang satu perak rupiah pun. Hal tersebut mereka anggap bahwa saya sangat jujur dalam membuat seuatu. Dan saya bersyukur, saya memiliki sifat tersebut.

Dari situ lah saya mulai berfikir untuk aktif dalam orgnisasi, memberikan kontribusi untuk memajukan organisasi. Dan saya pun direkomendasikan untuk mengikuti badan eksekutif mahasiswa di universitas. Namun saya menolak, karena saya ingin lebih mengabdi kepada jurusan, jadilah saya mengabdi sebagai bendahara umum di himakom. Di pertengahan jalan, saya di utus untuk mewakili himakom untuk kegiatan imiki. Saya awalnya tidak tau menau tentang imiki, karena gaungnya tidak pernah Nampak secara real di pekanbaru ini. Walaupun awalnya saya ini apatis, namun saya tau kegiatan apa saja yg terjadi. Di sinilah saya mulai menelusuri system dan kepengurusan dari awal. Sedikit saya mengerti. Dan dalam kegiatan tersebut, saya menggantikan posisi sekretaris umum, karena sekretaris yg direkomendasikan dr universitas lain tdk menjalankan amanah dgn baik, padahal kegiatan tersebut akan berlangsung dalam hitungan hari saja. Demi kelancaran, saya pun mengambil resiko untuk mengeluarkan tenaga lebih untuk kegiatan tersebut walau keadaan saya masih kurang fit kala itu. Dan akhirnya kami pun mampu melaksanakan kegiatan yg dibuat imiki itu. Saya tidak berharap untuk masuk dalam imiki, namun saya terkejut, ketika ketua umum wilayah 1 sumatra yang baru saja terplih, menunjuk saya untuk bergabung dalam imiki, dan masuk dalam jajarannya, dan saya di posisikan menjadi wakil sekretaris jendral, karena berhubung posisi sekretarsi jendral itu jauh dari pekanbaru, jadi untuk mempermudah surat menyurat, maka dibentuk lag perwakilan. Pertama saya enggan, karena saya hanya memiliki ilmu yang sedikit mengenai kesekretariatan, namun sahabat terbaik saya terus menduku, mengatakan jangan pernah menyerah dengan tantangan baru. Oleh karena itu, saya pun mengambil resiko. Dari situ, saya terus menelusuri system yang ada guna memperbaiki. Dan kemudian saya direkomendasikan ikut perhumas. Saya sih tidak menolak, karena pada dasarnya saya ingin belajar bagaimana humas itu, karena dalam naungan ilmu komunikasi, tdk hanya film atau dunia broadcast saja yang dipelajari.

Hal yang biasa ketika saya membuat status. Status saya bisa berupa kritikan maupun pujian. Dan ketika saya mengkritik, ada beberapa pihak yang merasa. Dan melabrak saya untuk meminta maaf. Waah, sorry sorry to say yaa,, saya membuat status dalam kajian umum, tdk menjelek2kan sebuah organisasi. Saya kan buat status bukan buat organisasi itu, dan saya tidak ada sepatah kata pun menjudge dan menjustifikasi dengan nama personal. Oke, ini ada beberapa status yg saya buat, namun malah orang lain merasa, silahkan menilai sendiri status saya ini seperti apa..

Minggu, 13 Januari 2013

GILA JABATAN mampu membuat seseorang melanggar KODE ETIK dan mampu melakukan MANIPULASI serta KEBOHONGAN. mau jadi apa negara kita jika para penerusnya saja sudah melakukan hal keji seperti itu

Minggu, 13 Januari 2013

salah gitu, yang baru bergabung di sebuah organisasi, trus melihat ada kesalahan di organisasi tsb, yg tidak sesuai dengan kode etik dan aturan dasar yg mereka miliki, mengutarakan hal tsb? oh c’mon, menolak kebaikan demi kemajuan, atau mau melakukan “hal yg sama” seperti di periode sebelumnya, omongan anda itu sampah. anda itu mahasiswa loh, yg menyandang gelar “agent of change dan agent of control”, masa udah mau melakukan Korupsi Kolusi Nepotisme di organisasi kemahasiswaan.. klo begitu, saya jamin, anda kedepannya akan menjadi seorang KORUPTOR

Selasa, 15 Januari 2013

ada pepatah, katakanlah sejujurnya walau menyakitkan. dan saya mengatakan sejujurnya demi kemajuan organisasi kita.

Selasa, 15 Januari 2013

daripada ngurusin individu yg gk mau di kritik karena kesalahan, mending saya frontal uneg-uneg saya di twit aje. posting di sini kurang asik.. hahahaha😀

Selasa, 15 Januari 2013

Plato (pemikir Yunani): Kebanyakan orang adalah bodoh atau jahat atau kedua-duanya dan cenderung berpihak kepada diri sendiri. Jika orang banyak ini dituruti, maka muncullah kekuasaan yang bertumpu pada ketiranian dan terror.

 

Selasa, 15 Januari 2013

saya cuma mau organisasi ini bebas dr kebusukan. para anggota wajib tunduk dan patuh akan AD/ART. ibarat agama, AD/ART itu KITAB SUCI, pantang dilanggar. anda melanggar, yaa neraka ganjarannya. nah, saya berusaha memberikan pandangan sesuai fakta, tapi kenapa saya di judge, di serang, di bully? saya tidak peduli siapa anda. saya akan mengatakan mana yang benar dan mana yg tidak sesuai, dan hal tsb sesuai fakta yg terjadi. saya merasa miris, ketika seseorang ingin bertindak jujur, malah dimusuhi. ada apa ini? kita ini individu yg berpendidikan tinggi, yg menyandang gelar “AGENT OF CHANGE AND SOCIAL CONTROL”, tunjukan kalau kita ini memang penerus bangsa yang baik dan berguna

 

Selasa, 15 Januari 2013

COBA LIHAT, BACA DAN PAHAMI STATUS STATUS SAYA SEBELUMNYA? APAKAH ADA SAYA MENJUDGE SECARA PERSONAL? TIDAK.. SAYA MENJUDGE SECARA UMUM, DAN HAL INI BISA DILAKUKAN OLEH SIAPA SAJA. POLITIK ITU MEMANG KEJAM

 

Anda bisa melihat status saya seperti apa, apakah ada personal yg saya justifikasi dengan menjelek2kan? Bagi saya, itu bukan buat sebuah organisasi. Namun ada individu yg merasa. Buat saya, jika kita tidak melakukan hal tersebut (kritik yg ada di status saya), mengapa harus sewot dengan saya, dan malah membully dan menjudge saya, memaksa saya untuk minta maaf.. toh saya tidak menyinggung individu tersebut. Pihak yang merasa dirugikan, hanya berfikiran sempit, hanya melihat saya, saya hanya aktif di satu organisasi, yakni organisasi mereka. Padahal saya mengikuti banyak mengikuti orgnisasi mahasiswa, bahasa, maupun seni. Mereka menganggap teman2 saya hanya berasal dari organisasi mereka.. heii lihat, friend list saya di facebook bukan dari organisasi tsb, namun banyak, bahkan saya memiliki friendlist dr berbagai Negara, karena saya juga bergabung dengan ikatan pelajar international. Dan mereka menganggap saya menjelekan mereka. Duuh, fikirannya dalam tempurung banget, padahal yaa, sebagai individu yg sudah berpendidikan tinggi, kita semua bisa berfikir dan faham, mampu membaca setiap makna dr setiap kata yang ada. Lah ini terbalik, malah saya yang dihakimi, di ancam dikeluarkan dari organisasi tersebut, yg pihak tersebut ikuti juga. Toh silahkan keluarkan saya jika memang terbukti. Namun, mereka menuding tanpa adanya bukti..

Sekian curhatan saya kali ini. Dan kini saya tau mengapa banyak mahasiswa menjadi apatis terhadap organisasi, baik untuk terlibat langsung maupun sekedar mengikuti kegiatan. Karena banyak mahasiswa yang sudah dikecewakan dengan system dan kinerja dari organisasi tersebut.

*peace *bersambung