MEMPERKOKOH KEMAMPUAN ANALISIS DAN KARAKTER KEPEMIMPINAN YANG BERPIHAK TERHADAP MASYARAKAT TERTINDAS

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Riau kali ini mengadakan pelatihan kepemimpinan tingkat menengah. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan kepemimpinan tingkat dasar SMA se-Pekanbaru yang telah ditaja pada tanggal 20-22 Januari 2012 lalu. Kali ini BEM FISIP mengadakan pelatihan kepemimpinan tingkat menengah mulai 24-26 Mei 2012.

Acara yang diketuai oleh Yazid ini dibuka pukul 14.30 di ruang C3 – C4 dan diwakili oleh Gubernur sendiri, yakni Adriyus. Acara ini dihadiri oleh beberapa utusan yang telah diundang langsung oleh BEM FISIP. Mulaidari LSO, HMI, dan perwakilan HIMA selingkungan FISIP. Acara dibuka oleh Master of Training (MoT), kakanda Arya Nugraha. Acara pembukaan berlangsung hikmat. Dan selanjutnya, acara pembukaan dimulai dengan perkenalan dari seluruh delegasi, dan pembacaan ikrar peraturan.

Materi yang diberikan pada pelatihan kepemimpinan tingkat menengah ini memiliki 8 tema pembahasan yang dibagi dalam dua hari, yang dimulai pukul 08.00 pagi hingga 23.00 malam. Walaupun kegiatan ini sangat menyita waktu, tenaga serta fikiran, peserta tetap bersikap professional dengan cara tetap antusias ketika pemberian materi. Di setiap tema ini selalu diadakan sesi Tanya jawab serta debat, dan dalam sesi tersebut peserta terlihat sangat aktif.

Tema-tema yang disediakan ada 8 macam yakni

1. Analisis Teori Teori Perubahan Social Dalam Keberpihakan Terhadap Masyarakat Tertindas. Materi ini disampaikan oleh Dr.Hasanudin M.Si dan Dr.Alimin Siregar1. 

2. Telaah Kritis Nilai Kebangsaan Dalam Kerangka Bhineka Tunggal Ika. Disampaikan oleh Handoko Nurseta (Komandan Korem) dan Tengku Fazly Redwan (Kesbangpol Prov. Riau)

3. Esensi Gerakan Sosial. Yang dipandu oleh M. Rawa El Amay dan Radiansyah Usman (Ketua WALHI RIAU)

4. Pemberdayaan Usaha Rakyat Dalammenjaga Stabilitas Ekonomi Social. Diberikan oleh Dr.Hj Raden (Dosen Ekonomi UNRI)

5. Ekonomi Berbasis Kewirausahaan “Upaya Mempercepat Keadilan Dan Kesejahteraan”. Dipandu oleh Rinor Kusman (HIPMI RIAU)

6. Survey ekonomi dan pandangan masyarakat mengenai politik di pemerintah. Peserta melakukan survey kepada pedagang di pasar pagi panam

7. Peran Partai Politik Dalam Menciptakan Budaya Politik Yang Santun. Diberikan oleh Rusli Effendy (anggota PPP), Suryadi Khusaini (anggota PDP), Nurzaman (anggota Gerindra), dan Drh.Chaidir (anggota Demokrat)

8. Peran Media Sebagai Penyambung Aspirasi Masyarakat Tertindas. Diketuai oleh Zulmasyah kedang (Riau Pos)


Banyak sekali perdebatan perdebatan yang terjadi diantara peserta dan pemateri. Hal ini ditujukan ingin mencari jalan keluar yang tepat atas masalah yang terjadi di Indonesia, khususnya kepada masyarakat yang tertinda. BEM melakukan kegiatan ini berupaya membangkitkan dan menyadarkan mahasiswa yang sebagai “agent of change” memiliki ideology yang berpihak kepada masyarakat kalangan bawah. Menanamkan ideology pancasila yang di zaman ini sangat kurang dipahami. Kegiatan ini juga berupaya mencari solusi terbaik, bagaimana kita mengetahui apa yang dirasakan masyarakat, tidak hanya berdemo saja, tetapi dengan pikiran yang intelektual, mahasiswa menjadi ujung tombak perubahan negeri ini. Dan harapan dari semua masyarakat tertumpu di bahu mahasiswa dan kita semua.

Kegiatan ini diakhiri dengan kunjungan ke Istana Siak Sri Inderapura pada Minggu, 27 Mei 2012. Yang dihadiri oleh peserta dan seluruh panitia. Dengan adanya nya pelatihan tingkat menengah ini, diharapkan dengan segala perbedaan di dalam fikiran mahasiswa, mahasiswa tidaklah lagi menjadi apatis maupun hedonism. Menyatukan azas Bhineka Tunggal Ika di hati, fikiran serta tindakan.