Vietnam, the best day ever….

Noi Bai International Airport, Hanoi, Vietnam

Jpeg

Jpeg

Long time not write new article.

 

In this post, I will tell about my overseas study in Vietnam, couple months ago, exactly it happened in May 2016. Firstly, I want to write as soon as possible after finished the course, but indeed, I did’t have time to write about it. Full with paper, exam, and task, and preparing my thesis.

Our overseas study in Vietnam was held on May 22 until 28, 2016. I thought this is the best day ever. Study plus holiday, and free. Yeaah.. I didn’t pay anything for my needed in Vietnam. All cost has been pay by University.

In Vietnam, beside we did research about Vietnam’s Defense, we have enjoy every single night. We around Hanoi City, visited the important place, and beautiful Museum. The best part was we could saw Ho Chi Minh Mausoleum, and saw the flag lowering ceremony, in the first day we arrived. We have a lot of free time. So, we came around Hanoi City. But, we only allowed in outside until 11:00 pm, because they told us that midnight was not safe for visitor. So we must back to Hotel. in the first day of free time, we used to come around Hanoi City, with our local friends, Tao and Hong Van. yups, we have connected with them by one application. they really nice and funny, and kind too. they treat us some ice cream that so famous in Hanoi, it taste so sweet and yummy

img-20160523-wa0009 img-20160523-wa0004 img-20160523-wa0002 img-20160523-wa0005 img-20160522-wa0010 img-20160522-wa0009 img-20160523-wa0001 img-20160523-wa0008 img-20160523-wa0003 img-20160522-wa0013


img-20160523-wa0013
img-20160523-wa0000

Oke deh, capeg yah nulis dalam Bahasa Inggris. Kita beralih ke Bahasa Indonesia, tapi gak baku yah, soalnya takut ceritanya jadi membosankan

Hari ke dua (May 23, 2016) setelah mendarat di Kota Hanoi, Vietnam, kita langsung belajar mengenai “Sovereignty Disputes in the Southeast Asia, Focus on The East Sea Issue”. Materi ini dibawakan oleh salah satu dosen dari Institute Defense Strategy nya punya Vietnam. Ohya, pasti pada nanya deh, emang kita ngerti Bahasa Vietnam yang rada2 mirip sama dialek Chinese? yah pastinya kita gk pada ngerti. Oleh Karena itu, kita punya translator yang selalu siap mengartikan tiap kata yang diucapkan oleh pemateri. Penerjemah kita nama nya Dao Quang Anh, tapi biasa dipanggil Anh (bacanya Aing, bingung kan kenapa bia begitu. Katanya sih bgitu cara baca kata Anh. Udah ikutin aja sama yang punya Bahasa)

img-20160523-wa0019 img-20160523-wa0020

Inti dari materi ini sih kita jadi tau mengenai konteks keamanan regional, trus jadi nambah wawasan tentang sudut pandang yang dimiliki Vietnam terkait ancaman nyata yang tengah dihadapi, yakni Laut Tiongkok Selatan, yang kini lagi dibahas habis-habisan di forum ASEAN. Trus kita juga mendapatkan pengetahuan mengenai bentuk ancaman dalam perspektif Vietnam yang dapat diakomodir oleh ASEAN. Yang terpenting dalam pertemuan ini adalah supaya kita bias membangun konektifitas antar universitas pertahanan dan melihat sudut pandang Vietnam terkait membangun kapabilitas SDM untuk sektor pertahanan.

Setelah berpusing ria tentang materi pertahanan dari sudut pandangnya Vietnam, kita lanjut makan siang bersama. Nah ini yang gue gak tau nama restorannya. Karena udah lama banget kan yah, dan nama2 di Vietnam itu susah banget di tulis, apalagi diucapinnya. Pokoknya, semua urusan dan biaya sudah diurusin. Ohya, sebelum makan siang ini, masih ada free time sejam kok, jadi kita nyempetin nongkrong2  cantik di sekitaran hotel (lebih tepatnya Army Guest House), buat nyari kopi khas Vetnam. Gue milih sih ice cappuccino nya, Karena emang gak tahan sama kopi. Tapi yaah Gusti Agung, itu kopi nya pahit banget deh. Padahal udah di kasih susu, aah kapok dah..
img-20160523-wa0027
img-20160523-wa0029 img-20160523-wa0038 img-20160523-wa0040

Abis makan siang bareng, kita diajak untuk mengunjungi National Defense Academy Vietnam. Waah, kita disambut bagaikan dubes loh. Dikasih bunga, dan disambt meriah deh. Yah mungkin Karena kita membawa nama Indonesia Defense University yah. Karena di kawasan Asia Tenggara, yang punya NDU (National Defense University) itu masih sedikit yah. Di NDA Vietnam, kita juga dapat pemaparan tentang organisasi dan keadaan mereka. Inti dari isi paparan mengenai profil kampus National Defense Academy, kalua lulusan dari Academy tersebut memiliki peluang untuk menjadi ketua Partai Komunis. Eiits, jangan alergi dengan kata Komunis. Yah, harus diketahui bahwa Vietnam itu negara Sosialis (Karena mereka tidak mau diasumsikan dengan kata Komunis). Perjuangan mereka juga dasarnya dengan paham komunis-sosialis. Sama seperti negara kita yang Demokrasi Pancasila yah

img-20160524-wa0034 img-20160524-wa0032

Yah, kunjungan itu seingat saya sampai jam 5 sore. Lalu kita free time sampe menunggu makan malam bersama di hotel. FYI, kita udah dipesankan makanan halal. Tenang aja kok. No pork, no bacon, only beef dan sea food yah. Yah rada gk enak sih makanan mereka. Mereka sedikit menggunakan bumbu, jadi sedikit terasa hambar. Masyarakat Vietnam itu suka sayur mayur (mentah). Kata Anh, mereka setidaknya memakan 5-6 jenis sayur dengan warna yang berbeda.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Setelah dinner, yah kita breefing sebentar, trus free time. Boleh jalan2, boleh langsung tidur. Kita mah milih jalan2 lag donk yah. Tapi yah gitu, Karena kita turis, gak tau arah, pake taksi pun mahal, dan kadang drivernya gk ngerti Inggris, jadi kita jalan kaki aja, walau bikin gempor dan olahraga malam2 sih yah.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Gue kasih tau tentang keadaan jalanan di Vietnam. Wuiih ngeri parah dah. Klo disini masih macet dan sliweran, disana lebih parah. Katanya udah biasa deh ngeliat orang mati di jalan Karena ketabrak. Disini walaupu masih ngelanggar lampu hijau, tapi kalua udah lampu merah pasti berhenti, walau masih ngelanggar batas tapi masih mending sih di Indonesia. Tapi kalua di Vietnam sana, ya ampun Gusti. Itu lampu merah pun jadi hijau. Tapi katanya sih kita klo mau nyebrang ya nyebrang aja, kalua ditungguin gak bakal berhenti kendaraan2. Jadi kita punya semacam mantra, “just walk, don’t run”, tiap kali kita mau nyebrang hahahaha parah kan yah… oke, setiap malam kita visit taman kota, yang ya ampun rame banget sama orang2, baik Cuma buat jelong2 malam santai, latihan skate, ataupun ngezumba alias senam bareng. Disana semua aktivitas fun ada. Tapi yah gitu, disana negara nya bebas. Jadi kita mesti pinter2 jaga pandangan. Nah berhubung gue pake hijab, dan disana hamper semua gk pake hijab, atau mungkin baru ngeliat orang pake hijab, jadi gue dan temen2 gue yang pake hijab diliati kayak turis yang asing banget, semua mata tertuju pada kita. Rishi sih, tapi yah mau gimana lagi

Oke, cerita hari kedua udah kelar. Lanjut ke hari ketiga. Tepatnya tanggal 24 Mei 2016, dipagi hari kita tetep belajar lagi, dengan tema “Vietnam’s Foreign Policy in the New Era”, yang diampu oleh Dr. Tran Viet Thai, dari Deputy Director General, Diplomatic Academy of Vietnam. Muanteep kan materinya. Inti dari materi ini bahwa kebijakan luar negeri yang dimiliki oleh Vietnam lebih pragmatis daripada era sebelumnya. Vietnam mulai merumuskan reformasi mengenai pentingnya membuka diri dengan pasar bebas (free-market) yang kemudian dikenal sebagai Doi Moi (Renovasi). Bermodalkan pada kebijakan ekonomi pasar yang telah diusung maka selanjutnya Vietnam bersiap untuk membuka diri dengan berbagai regulasi ekonomi, terkait Foreign Direct Investment (FDI), kerjasama Ekonomi, pasar bebas dll. Melalui semboyan “More friends, less enemies”, kebijakan luar negeri Vietnam diarahkan pada tiga aspek utama yaitu, pembangunan ekonomi dan kesejatrahan masyarakat, stabilitas politik dan keamanan, kemudian yang terakhir membuka diri dan menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara.

img-20160524-wa0015 img-20160524-wa0016 img-20160524-wa0014 img-20160524-wa0001 img-20160524-wa0000

Oke deh itu sedikit info mengenai materi yang diberikan oleh Dr, Tran Viet Thai. Lebih lengkapnya bisa dibaca di perpustakaan Universitas Pertahanan Indonesia yah. Setelah dapet materi, kita lanjut makan siang. Seperti biasa, kita makan di restoran terkenal, dengan pesanan khusus (no pork, no bacon), Karena kelompok kita 90% adalah muslim, dan servis yang diberikan oleh agen perjalanan Vietnam ini cukup memuaskan.

Setelah makan siang, kita pun bertandang ke Vietnam Military Museum. Di museum ini berisikan perjalanan sejarah Vietnam dalam merebut kemerdekaan. Satu jam lebih kita diajak berkeliling museum, dan mendengarkan sejarah gerilya yang dilakukan oleh rakyat Vietnam yang dipimpin oleh Ho Chi Minh. Tau kan kenapa di Kota Hanoi ada Ho Chi Minh Mausoleum itu. Yaah Karena beliau dianggap “bapak” perjuangan rakyat Vietnam. Hingga sekarang pun, gambar beliau masih diabadikan di tiap mata uang mereka.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Setelah dari Museum, kita lanjut ke Division 308. Divisi 308 merupakan pasukan elit yang dimiliki oleh Vietnam. Dalam kunjungan tersebut, para delegasi Universitas Pertahanan diperlihatkan bagaimana situasi divisi dengan mengelilingi kompleks Divisi 308. FYI, lokasi mereka tidak terdeksi oleh google map. Gue udah nyoba buat check in, tapi langsung gagal, dan aplikasi langsung mati total. Nyoba lagi, pasti dialihkan ke daerah lain. Lokasi mereka sangat dirahasiakan. Dan disini kita mendengar bagaimana para tantara latihan, dan bertahan untuk negara. Awalnya saya lihat dari jauh, mereka tantara wanita, ternyata mereka tantara pria. Topi mereka seperti rambut sih, hahahaha

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

di malam harinya, kita makan di resto khusus kaum minoritas, alias restoran muslim. jadi makanan yang tersedia serba sea food. rada mahal sih, tapi its okay. karena semua bahannya masih fresh, dan tempatnya antik banget. instagramable klo boleh dibilang, alias banyak spot yang bagus buat cekrak cekrek dan di uplod di instagram. nama restorannya itu Forest Restaurant.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

p_20160525_193332_pn p_20160525_193357_pn

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

p_20160525_205542_pn

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Hari keempat (25 Mei 2016), kita mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (Embassy of the Republic of Indonesia for Vietnam) yang ada di Hanoi. Disini kita disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Bapak Ibnu Hadi. Di sini beliau menjabarkan bahwa sistem pemerintahan Vietnam yang sosialis sekarang memiliki sistem ekonomi terbuka sebagai jawaban atas perubahan kebijakan politik luar negeri Vietnam. Vietnam baru mengalami beberapa perubahan, yakni awal April 2016, telah terpilih pemerintahan baru. Beliau juga menjelaskan bahwa pariwisata dan tata kota Vietnam memiliki perencanaan yang baik sehingga kota Hanoi rapih dan teratur walaupun harga tanah di Vietnam terbilang sangat mahal. Vietnam ingin membuka kerjasama ekonomi seluas-luasnya dengan berbagai negara melalui jalur ASEAN, MEA, TPP, WTO, dan ASEM.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Setelah dari kedutaan besar, kita lanjut ke Defense Industry Non-Alutsista Congty-117. Disini kita mengunjungi industri pertahanan Vietnam, dan melihat secara langsung pembuatan industry yang ada di pabrik. Hasil industri yang dihasilkan pabrik ini antara lain pembuatan granat yang digunakan untuk latihan pasukan, pengolahan besi dan baja menjadi barang siap pakai untuk umum dan juga militer seperti tromol motor, tempat makan prajurit, brevet lapis emas, dan magasin.

Jpeg

Jpeg

Hari kelima (26 Mei 2016), kita ada materi mengenai Vietnam Peace Keeping Center. Vietnam secara resmi tergabung dalam anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September 1977. Resmi menjadi salah satu negara anggota PBB, membuka peluang Vietnam untuk menunjukan eksistensinya sebagai negara yang pada saat itu baru merdeka, dan terlepas dari perang sipil yang diakibatkan dari pertarungan ideologis di era perang dingin. Dedikasi tinggi yang diperlihatkan oleh delegasi Vietnam dalam menjalan tugas tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari dewan keamanan PBB, sehingga pada tahun 2012, pemerintah Vietnam untuk pertama kalinya mendapat kebanggaan akan mandat yang diberikan oleh PBB untuk memasukan Vietnam sebagai salah satu negara yang akan diproyeksikan berkontribusi dalam pasukan misi penjaga perdamaian (UNPKO). Dengan kesempatan yang diberikan oleh PBB tersebut, maka secara resmi departemen pertahanan Vietnam di tahun 2013 meresmikan Grand plan untuk membentuk satuan khusus bagi tentara Vietnam yang akan segera dipersiapkan untuk misi penjaga perdamaian dunia. Adanya pembentukan dan pelatihan bagi tentara Vietnam yang akan dipersiapkan untuk misi PKO bertujuan untuk menunjukan kesiapan dan meningkatkan keterampilan para tentara yang nanti akan ditugaskan di daerah operasi. Dengan kepercayaan diri yang semakin meningkat, tepatnya di tahun 2014 pemerintah dan departemen pertahanan Vietnam sepakat untuk membangaun sebuah Vietnam Peace Keeping Center (VNPKC) dengan kedudukan headquarters berada di Kota Hanoi.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Abis bebragi ilmu tentang peace keeping center yang dimiliki oleh Vietnam, kita isi perut sampe kenyang. ini restoran manteb banget. terserah mau ambil seberapa banyak, tapi bayarnya sekali doank. dan seafood every where. but disini ada pork, jadi bagi temen2 yang non muslim, bisa memilih makanan selain sea food. pokoknya ini restoran terenak yang kita datangi selama berada di Vietnam.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Setelah dari sini, waktunya jalan2 dan beli suvenir. yeaahh.. finally yah

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Dan hari yang ditunggu2 adalah hari ke enam ini (27 Mei 2016), yakni culture visit ke Ha Long Bay, yang katanya mengalahkan Raja Ampat, sehingga Ha Long Bay (yang dari Bahasa Vietnam sendirinya disebut Vịnh Hạ Long) menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia versi New Wonders Foundation. Menurut masyarakat, nama tersebut bermakna teluk tempat turunnya naga. Konon, menurut legenda yang dipercaya masyarakat Vietnam, saat dahulu kala terjadi peperangan melawan Cina, turunlah keluarga naga ke teluk Halong untuk membantu rakyat Vietnam. Ibu Naga dan anaknya membakar pasukan Cina dengan api dan mengeluarkan batu zamrud besar sebagai pertahanan. Para tentara tersebut akhirnya tenggelam dan menurut legenda batu-batu zamrud tersebut berubah menjadi pulau-pulau yang saat ini ada di Teluk Halong. Beberapa pulau kapur di Teluk Halong memiliki gua yang kini dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Beberapa gua yang terkenal diantaranya Thien Cung (Gua Istana Surga), Dau Go (Gua Kayu Apung), Sung Sot (Gua Kejutan), dan Tam Cung (Gua Tiga Istana). Sejak tahun 1994 Teluk Ha Long ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO

oke. lets start to post all photos in Halong Bay. disini gue juga bakal ngepost foto bareng si Anh. oke sip

img-20160527-wa0007 img-20160527-wa0028 img-20160527-wa0046

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Ini khusus sesi gue sm si Mr. Anh *no baper yah hahaha

beautyplus_20160527132826_save beautyplus_20160527132908_save beautyplus_20160527133039_save beautyplus_20160528114934_save

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Nah begitulah cerita gue dengan teman2 Diplomasi Pertahanan dalam rangka Overseas study ke Vietnam plus jalan2 gratis.

 

REPRESENTASI CITRA DIRI JOKOWI DALAM FILM “JOKOWI”

Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Seperti yang sudah kita ketahui, sesuatu yang ditampilkan dengan citra yang positif, memiliki dampak yang sangat luar biasa pada pandangan yang dimiliki orang lain akan sesuatu hal tersebut. Oleh karena itu, melalui analisis semiotika penelitian ini akan melihat bagaimana film ini menampilkan citra diri pada sosok Jokowi. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “Representasi Citra Diri Jokowi Dalam Film Jokowi” Baca lebih lanjut